Fri. Jun 21st, 2024
Perawat Indonesia di Saudi Arabia

Oleh: Imam Handoko Kurniawan, S.Kep.,RN*

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan akan tenaga profesional kesehatan, termasuk perawat, meningkat di seluruh dunia. Diperkirakan  oleh WHO di tahun 2030 secara global dunia keperawatan akan kekurangan tenaga perawat sekitar 15 juta orang, dengan rincian sebagai berikut:

Sementara ketersediaan perawat di Indonesia malah ‘surplus’, dengan produksi lulusan lebih dari 60.000 pertahun. Dari perkiraan angka di atas hanya 20% saja yang terserap di pasar lokal. Sisanya lebih dari 40.000 lulusan perawat harus menganggur setiap tahun karena lowongan kerja yang terbatas baik disektor swasta atau negeri. Data resmi kementrian kesehatan rata-rata menerbitkan 63.000 STR pertahun. Hanya sekitar 12.000 perawat yang mendapatkan pekerjaan dan upah yang layak di dalam negeri.

Peluang bagi Perawat Indonesia

Timur Tengah: Beberapa negara di Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Kuwait dan Qatar, memiliki permintaan yang tinggi terhadap tenaga kesehatan profesional, kabar terbaru bahwa Saudi Arabia sudah melakukan MoU G to G permintaan perawat Indonesia 1000 orang.

Erika Agustin Perawat Indonesia di Saudi

Amerika Serikat dan Kanada: Kebutuhan perawat pertahun rata-rata 200.000, termasuk tujuan favorit perawat dari berbagai negara. Perawat Indonesia dapat menjajaki kemungkinan bekerja di Amerika dan Kanada walaupun prosesnya sangat ketat, namun keuntungan yang didapat sangat banyak, termasuk gaji yang tinggi dan sistem layanan kesehatan kelas dunia. Masih sangat sedikit perawat  Indonesia yang bekerja di sana.

Australia dan Selandia Baru: Australia dan Selandia Baru juga secara aktif merekrut perawat dari Indonesia dan negara lain.

Eropa: Uni Eropa, Belanda dan Jerman bisa jadi pilihan yang tepat bagi perawat Indonesia. Pengalaman yang diperoleh di kedua negara tersebut sangat berharga dan dapat membuka pintu bagi negara-negara Eropa lainnya. Khusus untuk Belanda dan jerman ada program G to G dari pemerintah dengan skema pembiayaan hamper gratis.

Siapkah Perawat Indonesia bersaing mengisi lowongan kerja di kancah internasional?

Dengan melihat kenyataan di atas maka harusnya pemerintah mendukung program penempatan kerja perawat ke luar negeri sebagai salah satu alternative yang bagus untuk mengurangi tingkat pengangguran perawat di Indonesia.

‘Surplus’ tenaga perawat di Indonesia hanya akan menambah angka pengangguran saja jika tidak diberdayakan dan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar global. Karena peluang yang besar di luar negeri hanya akan dipenuhi oleh mereka yang memiliki standar kompetensi yang sesuai dengan negara tujuan. Masalahnya adalah, siapkah perawat Indonesia mengisi peluang kerja yang ada dengan standar kompetensi internasional yang disyaratkan?

Dari pengalaman penulis yang juga aktif merekrut perawat Indonesia ke luar negeri, kebanyakan perawat Indonesia kurang siap berkompetisi dengan perawat negara lain. Dibutuhkan persiapan  dan proses yang panjang untuk menjadikan perawat Indonesia siap secara mental dan mempunyai skill professional sesuai dengan standar internasional. Dalam 5 tahun ke belakang ribuan lowongan untuk perawat Indonesia di luar negeri tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal. Mencari lowongan di luar negeri tidaklah lebih sulit daripada mencari kandidat yang mau,siap dan berkompeten berangkat ke luar negeri.

Kenapa Perawat Indonesia harus ke luar negeri?

Selain peluang dan permintaan yang sangat besar, faktor yang paling menarik adalah gaji yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan besaran gaji di Indonesia.

Push and pull factor, Migrasi internasional perawat dari negara berkembang ke negara maju dipengaruhi oleh faktor ‘pendorong’ dan ‘penarik’. Peluang kerja yang kurang dan pendapatan yang rendah di negara-negara pengirim dapat menjadi faktor pendorong. Kekurangan tenaga kerja dan kondisi kerja yang baik di negara tujuan dapat menjadi faktor penarik. Kesenjangan gaji yang besar antara negara pengirim dan negara tujuan menjadi faktor utama (Tsubota et al., 2015).

Karena penulis tinggal di UAE, maka akan artikel ini akan menjelaskan tentang beberapa keuntungan jika Anda mendapatkan kesempatan kerja di negara Persatuan Emirat Arab.

  1. Gaji yang relative lebih tinggi dan sampai tulisan ini ditulis belum ada pajak penghasilan.
  2. Jaminan asuransi kesehatan
  3. Bisa umrah berkali-kali dan murah.
  4. Kemungkinan mendapatkan Golden Visa
  5. Cuti tahunan 21 – 28 hari.
  6. Kualitas Hidup yang lebih baik, Pengalaman budaya dari berbagai negara.

Kesempatan pengembangan karir professional juga sangat terbuka. Perawat akan terpapar dengan pengalaman kerja dengan standar internasional yang nantinya bisa ditularkan dan mungkin bisa diterapkan di Indonesia.

Bagi yang kurang cocok dengan kondisi iklim negara arab, mungkin juga bisa sebagai batu loncatan untuk negara lain karena bekerja di negara arab relatif lebih mudah persyaratannya daripada ke negara Eropa, US atau Kanada

Kisaran gaji perawat di Timur Tengah:

  • Qatar                                   15 – 80 Juta Rupiah/bulan
  • UAE                                      24 – 75 Juta Rupiah/bulan
  • Kuwait                                 14 – 40 Juta Rupiah/bulan
  • Saudi Arabia                        13 – 40 Juta Rupiah/bulan

Kompetensi Keperawatan yang harus dipersiapkan.

  1. Keterampilan Klinis, seperti melakukan pengkajian, pemberian obat, melakukan prosedur, mengelola luka, dan mengoperasikan peralatan medis.
  2. Keterampilan Komunikasi dan Bahasa: Penguasaan Bahasa inggris dan Komunikasi yang efektif sangat penting bagi perawat di Timur Tengah.
  3. Kompetensi Budaya: sangat penting bagi perawat yang bekerja di Timur Tengah, karena sebagian besar pasien berasal dari berbagai negara yang mempunyai budaya dan latar belakang etnis yang berbeda.
  4. Tanggung Jawab Etis dan Hukum: Perawat harus mematuhi prinsip-prinsip etika dan aturan hukum yang berlaku di Timur Tengah.
  5. Kolaborasi dan Kerja Tim: Perawat selalu bekerja di dalam tim kesehatan yang terdiri dari berbagai profesi Kesehatan lainnya.
  6. Kepemimpinan dan Manajemen: Keterampilan kepemimpinan dan manajemen yang kuat adalah sangat penting bagi perawat di Timur Tengah

Langkah-langkah praktis persiapan kerja ke luar negeri

  1. Menetapkan Niat, Tujuan dan Negeri Tujuan

Tentukan alasan Anda ingin bekerja di luar negeri dan identifikasi negara tujuan Anda. Pertimbangkan faktor seperti peluang karir, pengalaman budaya, sistem kesehatan, dan kebutuhan pribadi.

  1. Memahami Persyaratan dan Standar praktek di negara tujuan

Lakukan riset mendalam tentang persyaratan dan standar keperawatan yang berlaku di negara tujuan Anda. Periksa apakah Anda memenuhi persyaratan pendidikan, sertifikasi, dan lisensi yang diperlukan.

  1. Meningkatkan kemampuan Bahasa Asing

Jika negara tujuan menggunakan bahasa yang berbeda, perkuat kemampuan bahasa asing Anda. Ambil kursus bahasa atau ikuti pelatihan bahasa khusus untuk perawat.

  1. Memperoleh Sertifikasi dan Lisensi

Pastikan Anda memperoleh semua sertifikasi dan lisensi yang diperlukan untuk bekerja di negara tujuan Anda. Lakukan proses aplikasi dengan otoritas yang relevan dan penuhi persyaratan yang ditetapkan.

  1. Mengikuti Pelatihan Tambahan

Jika ada perbedaan dalam praktek keperawatan antara negara asal dan negara tujuan, pertimbangkan untuk mengikuti pelatihan tambahan atau kursus yang mengakomodasi perbedaan tersebut. Misalnya, pelatihan dalam penggunaan teknologi medis atau praktik klinis khusus.

  1. Mencari Informasi tentang Visa dan Izin Kerja

Pelajari prosedur dan persyaratan visa serta izin kerja yang berlaku di negara tujuan Anda. Konsultasikan dengan kedutaan atau konsulat negara tersebut dan pastikan Anda memenuhi semua persyaratan yang diperlukan.

  1. Menjalin Kontak dengan Perawat yang Berpengalaman di negara tujuan

Cari dan hubungi perawat yang telah bekerja di negara tujuan Anda. Mereka dapat memberikan wawasan berharga tentang proses aplikasi, adaptasi budaya, tantangan, dan saran praktis.

  1. Mempersiapkan Dokumen dan Portofolio

Siapkan dan lengkapi semua dokumen yang diperlukan, seperti riwayat hidup (CV), transkrip akademik, sertifikat, surat rekomendasi, dan portofolio pekerjaan. Pastikan bahwa semua dokumen telah diterjemahkandan terverifikasi.

  1. Menghubungi Agen atau Pemberi Kerja

Jika Anda berencana menggunakan jasa agen atau pemberi kerja, hubungi mereka untuk memulai proses perekrutan dan aplikasi. Pastikan untuk memilih agen atau pemberi kerja yang terpercaya dan berlisensi.

Bekerja di luar negeri sebagai perawat dapat menjadi peluang yang mengubah hidup para perawat profesional Indonesia. Permintaan akan perawat di seluruh dunia, dikombinasikan dengan gaji yang kompetitif dan peluang untuk tumbuh dan berkembang secara profesional, menjadikannya prospek yang menarik. Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, perawat Indonesia dapat memulai perjalanan karier profesionalnya dengan standar internasional. Pengalaman yang diperoleh dari luar negeri tentunya sangat berharga dan bisa diterapkan di Indonesia sehingga ada peningkatan kualitas layanan kesehatan di negara tercinta kita Indonesia.

Penulis: Imam Handoko Kurniawan, S.Kep., RN

Ketua DPLN PPNI UAE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *