Fri. Jun 21st, 2024
Mary The Mother of Jesus Mosque in Abu Dhabi

Masjid Maria Bunda Yesus, juga dalam bahasa Arab diterjemahkan Masjid Mariam Umm Eisa  adalah sebuah masjid yang terletak di Al Mushrif, sebuah lingkungan pusat di kota Abu Dhabi , ibu kota Uni Emirat Arab. Dibangun pada tahun 1989 dan dinamai dengan Masjid Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi.

Pada 14 Juni 2017, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan memutuskan untuk mengganti nama masjid menjadi “Masjid Maria, Bunda Yesus”. Perubahan tersebut dilakukan sebagai inisiatif yang mencontohkan nilai-nilai keberagaman yang ada di UEA.

Dalam upaya untuk mempromosikan toleransi beragama, sebuah masjid ini diubah namanya menjadi masjid ‘Mariam Umm Eisa’, yang diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Inggris menjadi ‘Mary Mother of Jesus’.
Anda akan menemukan masjid di Al Mushrif di Abu Dhabi dan nama baru diputuskan oleh Putra Mahkota Abu Dhabi HH Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan “untuk mempromosikan hubungan sosial antara pengikut agama yang berbeda” dan menekankan adanya banyak kesamaan dalam  Kristen dan Islam menurut ke kantor berita resmi UEA.

Tepat di sebelah masjid yang diganti namanya, Anda akan menemukan Gereja St Andrew, sebuah paroki Anglikan.
Ingat, ‘Maria, Bunda Yesus’ sebenarnya disebutkan dan sangat dihormati dalam Al-Qur’an.“Ada orang-orang dari lebih dari 200 kebangsaan yang saat ini tinggal di UEA, yang menikmati keamanan, perdamaian, dan koeksistensi, karena agama Islam meganjurkan untuk berbuat adil,  menghormati orang lain, dan bekerja sama dalam memberi dengan orang lain,” jelas Ketua Otoritas Umum Urusan Islam, Dr Mohammed Matar Al Kaabi.
PEMIMPIN KRISTEN UEA MEMUJI LANGKAH UAE“UEA memberikan contoh nyata toleransi, yang melampaui ide dan slogan menjadi kenyataan praktis dan mencapai tahap harmoni sosial,” kata Pendeta Bishoy Fakhri, pendeta Gereja Katedral di Abu Dhabi.
“Menggunakan nama ‘Bunda Maria’ di masjid ini adalah tanda cinta dan perdamaian yang kami harap akan diikuti di seluruh dunia,” tambah Pendeta Ibrhaim Farouk dari Gereja Kristen Ortodoks Koptik Mesir di Abu Dhabi.
INGAT…UEA sekarang memiliki Piagam Toleransi dan Menteri Toleransi, dan seperti yang dijelaskan oleh HH Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, penguasa Dubai dalam sebuah surat terbuka baru-baru ini, ketika dunia Arab “toleran dan menerima orang lain maka Arab akan memimpin dunia” . Dia menulis bahwa, dari peradaban Damaskus hingga Andalusia, orang-orang Arab “memberikan mercusuar ilmu pengetahuan,  dan puncak peradaban manusia saat itu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *